Konvensi Jagung Nasional Segera Digelar

Jakarta – Pusat Kajian Pangan Strategis (PKPS) berencana untuk  menyelenggarakan
Konvensi Jagung Nasional pada bulan September tahun ini. Konvensi ini dilaksanakan untuk mengkaji industri komoditas jagung yang dinilai belum menunjukkan kondisi ideal dalam beberapa tahun terakhir. Padahal jagung merupakan komoditas yang strategis.
Ketua PKPS Siswono Yudo Husodo menggambarkan kondisi jagung yang belum ideal dengan membandingkan konsumsi daging ayam oleh rakyat Indonesia dengan negara lain. “Pada waktu ini, konsumsi ayam rakyat Indonesia itu 10 kilogram per kapita per tahun dan telur ayam 6,3 kilogram per kapita per tahun. Ini relatif masih rendah. Malaysia daging ayamnya sudah 40 kilogram per orang, kita masih 10 kilogram,” ujarnya.

 

Siswono juga menyatakan Jagung dianggap strategis karena produk turunannya, yaitu pakan, menjadi makanan bagi ternak ayam. Adapun daging dan telur ayam merupakan sumber protein paling murah bagi rakyat.

 

“Protein yang paling murah adalah ayam dan telur ayam. Sumber pakan ayam adalah jagung. Jadi memastikan tersedianya jagung dengan harga yang wajar bisa menjamin tersedianya ayam dan telur ayam,” katanya saat konferensi pers di Jakarta Design Center.
Konvensi Jagung Nasional akan digelar melibatkan seluruh stakeholder yang terkait dengan industri komoditas jagung dan diharapkan dapat memberikan solusi agar produksi jagung tidak hanya memenuhi pakan ternak, tapi juga diekspor ke negara lain. (Hariri)

Share This:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *