KSP Nasari Tingkatkan Kualitas Layanan Raih Kepercayaan Anggota

Jakarat, (04/04/2017) – Gonjang ganjing pemberitaan di sekitar adanya koperasi simpan pinjam (KSP) yang mengalami salah urus membawa dampak signifikan bagi kinerja koperasi lainnya.  Tak dipungkiri sejumlah koperasi mulai was-was terhadap kemungkinan efek berantai yang setiap saat bisa muncul. Kekhawatiran tersebut tak terkecuali juga menghinggapi KSP Nasari. Kendati terbilang koperasi skala besar tingkat nasional, namun dampak tersebut berimplikasi pada terjadinya penurunan aset sebesar 6%.

“Aset kami turun tipis dari Rp 638, 474 miliar pada tahun 2015 menjadi Rp 599, 245 miliar pada tahun 2016. Namun dapat kami atasi berkat dukungan dan partisipasi anggota yang sangat solid,” kata Ketua KSP Nasari Sahala Panggabean saat menyampaikan laporannya dalam Rapat Anggota Tahunan XVIII KSP Nasari, Kamis (23/3/17) di Semarang.  Acara yang dibuka oleh  Deputi Pengawasan Kementerian Koperasi UKM Suparno itu dihadiri sejumlah pejabat pemda, antara lain  Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Jawa Tengah, Ema Rahmawati, Dinas Koperasi dan UKM dimana KSP Nasari membuka kantor,  dan sekitar 300 peserta yang mewakili  16.286 anggota dari  17 Kantor  Cabang dan 19 Kantor Cabang Pembantu KSP Nasari tersebar di 16 provinsi di seluruh Tanah Air.  Tampak pula sejumlah mitra usaha KSP Nasari  antara lain PT Pos Indonesia, Bank BRI, Bank BTPN, Maybank, CIMB Niaga, Bank Victoria, Bank Sahabat Sampoerna serta Asuransi Pan Pacific dan Asuransi Avrist.

Kuatnya dukungan anggota, menurut Sahala merupakan modal utama bagi kelangsungan usaha koperasi. Hal itu terbukti dari kemampuan KSP Nasari bertahan dari gempuran iklim usaha yang kurang kondusif.   Jumlah  anggota meningkat signifikan dari  9.560 orang pada 2015 menjadi 16.286 pada 2016 atau naik 70,35% .  Sedangkan jumlah calon anggota dilayani hingga per Desember 2016 sebanyak 166.497 orang.  Sepanjang  2016, KSP Nasari berhasil menghimpun dana penyertaan anggota dan calon anggota sebesar Rp 259,019 miliar.   Dana tersebut  kini dialihkan menjadi  Simpanan Berjangka, hal ini menunjukkan tingkat kepercayaan kepada KSP Nasari terus menguat.  Kepercayaan lainnya diperoleh melalui perbankan yang menggelontorkan pinjaman sebesar Rp 174,925 miliar.  Sedangkan dana yang berhasil disalurkan mencapai Rp 237,487 miliar atau naik 41,18% dibanding tahun 2015 sebesar Rp 168,206 miliar.

TEKANAN EKSTERNAL

Kendati mengalami sejumlah peningkatan kinerja,  namun Sahala mengkhawatirkan tekanan eksternal yang kian mengancam kelangsungan usaha koperasi. “Semakin banyak perbankan yang beroperasi dengan mengambil segmen usaha koperasi.  Sementara dari lingkungan internal, kita juga menghadapi tingkat persaingan suku bunga yang sangat fluktuatif antar-koperasi.  Jika persaingan tak sehat  di lingkungan eksternal dan internal ini dibiarkan oleh pemerintah,  usaha koperasi semakin banyak gulung tikar,” tuturnya.

Menanggapi hal itu,  Deputi Pengawasan Kemenkop UKM Suparno  meminta KSP Nasari meningkatkan kualitas dengan senantiasa menjaga kepercayaan anggota.  “Kinerja Nasari sudah bagus, yang perlu ditingkatkan adalah meningkatkan pelayanan terhadap anggota sehingga partisipasi mereka meningkat,” ujarnya.  Sedangkan untuk menghadapi tekanan eksternal yang semakin kuat, menurut Suparno, kalangan  koperasi harus bergerak kompak, solusinya dengan membentuk organisasi atau lembaga. “Adanya Asosiasi Koperasi Simpan Pinjam  (Askopindo) saya kira merupakan jawaban terhadap kekhawatiran Pak Sahala. Melalui asosiasi ini, daya tahan KSP tentunya semakin kuat, apalagi jika makin banyak KSP yang bergabung dalam wadah ini,” tandasnya.

Di tengah tekanan eksternal yang menguat itu, KSP Nasari tetap ngotot meningkatkan kinerja usahanya. “Tahun 2017 ini, kami bertekad merebut pangsa pasar sekitar 2% atau sekitar 80.000 dari total 4 juta pensiunan di seluruh Indonesia. Jika satu orang meminjam rerata Rp 15 juta, maka sedikitnya kami menyiapkan dana Rp1,2 triliun,” urai Sahala. Sedangkan untuk pembiayaan mikro, Nasari akan menggelontorkan pinjaman Rp 1 juta

kepada 100 usahawan mikro yang berada di 36 kantor cabang dan cabang pembantu KSP Nasari di pelosok Tanah Air. Dana pembiayaan mikro ditarget sebesar Rp 42 miliar, sehingga total proyeksi kebutuhan dana KSP Nasari tahjn 2017 sebesar Rp 1,242 triliun. (Irsyad)

Share This:

One thought on “KSP Nasari Tingkatkan Kualitas Layanan Raih Kepercayaan Anggota”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *