Neraca Perdagangan Surplus US$ 5.89 Miliar

NERACA PERDAGANGAN SURPLUS US$5.89 MILIAR

Kinerja neraca perdagangan Indonesia hingga Mei lalu masih positif. Berdasar data Badan Pusat Statistik (BPS), secara kumulatif, neraca perdagangan dari periode Januari hingga Mei 2017 surplus US$ 5,89 miliar. Surplus tersebut lebih tinggi jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya US$ 3,02 miliar.
Pada Mei ini, neraca dagang juga masih mencatatkan surplus meski tipis, yakni US$ 0,47 miliar. Nilai ekspor mencapai US$ 14,29 miliar, sedangkan impor US$ 13,82 miliar. Surplus itu menipis jika dibandingkan dengan bulan sebelumnya US$ 1,3 miliar.
Deputi Bidang Statistik Sosial M. Sairi Hasbullah menyatakan, penurunan nilai surplus pada Mei disebabkan meningkatnya impor Indonesia. Pada bulan lalu, nilai impor Indonesia mencapai US$ 13,82 miliar. Jumlah tersebut naik 15,67 persen ketimbang April 2017.
Sairi menjelaskan, peningkatan impor migas dan nonmigas masing-masing US$ 173,5 juta atau naik 10,54 persen dan US$ 1,6 miliar atau naik 16,49 persen. Malah, jika dibandingkan dengan bulan yang sama tahun sebelumnya, impor Indonesia pada Mei itu meningkat lumayan tinggi, mencapai 24,03 persen atau peningkatannya US$ 2,6 miliar, paparnya.
Secara kumulatif, lanjut Sairi, kinerja impor Indonesia sejak Januari hingga Mei terus meningkat. Impor terbesar selama periode tersebut berasal dari golongan bahan baku/penolong sebesar US$ 47,24 miliar atau naik 17,63 persen jika dibanding dengan periode yang sama tahun lalu. Sementara itu, impor barang modal juga naik dari US$ 8,96 miliar periode JanuariMei tahun lalu menjadi US$ 9,48 miliar tahun ini.
Menurut Sairi, kenaikan kinerja impor itu cukup bagus karena menunjukkan adanya geliat industri pengolahan. Pasokan bahan baku untuk industri kita cukup tinggi. Namun, di lain pihak, kita perlu cermati angka-angka ini karena negara yang menjadi sumber impor kita terbatas dan 25 persen impor dari China. Sehingga, kalau ada gejolak di negara asal impor, maka kita akan terpengaruh, katanya.
Sementara itu, kinerja ekspor, menurut Sairi, cukup positif. Sepanjang JanuariMei, terus ada peningkatan dengan nilai US$ 68,26 miliar. Jumlah tersebut meningkat 19,93 persen bila dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu. Begitu juga kinerja ekspor pada Mei ini yang mencapai US$ 14,29 miliar atau meningkat 7,62 persen daripada bulan sebelumnya dan meningkat 24,08 persen jika dikomparasikan dengan Mei tahun lalu.
Kalau dilihat selama 2017, dari Januari hingga Mei, total ekspor kita selalu di atas tahun 2016 pada periode yang sama. Ini mengindikasikan kinerja ekspor kita konsisten lebih baik dibanding kinerja ekspor kita pada tahun 2016, pada kurun waktu yang sama, pungkasnya. (Hri/Ira)

 

Share This:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *