Pembangunan Perumahan Untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah Terkendala Kebijakan Pemda

Jakarta, (20/3/2017) – Ketua Umum Asosiasi Pengembang dan Pemukiman Seluruh Indonesia (Apersi) Junaidi Abdillah melaporkan kepada Wakil Presiden Jusuf Kalla bahwa percepatan pembangunan perumahan untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) masih terkendala oleh kebijakan pemerintah daerah.

“Ada edaran Kemendagri untuk percepatan ini. Ini belum sampai ke daerah, artinya sudah beredar, tapi banyak daerah yang sepertinya belum siap menjalankannya,” katanya, di Kantor Wakil Presiden, Senin (20/3/2017).

Sebelumnya, Kemendagri menerbitkan Surat Edaran kepada pemerintah daerah pada 27 Februari 2017. Surat Edaran tersebut terbit guna menindak lanjuti Paket Kebijakan Ekonomi XIII tentang penyederhanaan perizinan dan Peraturan Pemerintah (PP) tentang Pembangunan Perumahan MBR.

“Pemerintah pusat telah memberikan kemudahan, cuma pelaksanaan di daerah masih banyak hambatan. Contohnya satu atap [Perizinan Terpadu Satu Pintu/PTSP], masih terjadi juga banyak pintunya,” ujarnya. Salahsatunya di daerah Kalimantan Barat,“Di daerah Kalimantan Barat juga ada. Jadi  banyak pintu perizinannya.” Lanjut Junaidi.

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basoeki Hadimuljono yang juga turut hadir dalam pertemuan Apersi dan Wakil Presiden mengatakan bahwa percepatan izin IMB merupakan yang paling sulit direalisasikan di lapangan, dia mengatakan untuk mengubah izin maka harus diubah dulu peraturan daerahnya yang sedang berlaku saat ini. Sedangkan perubahan perda harus melalui DPRD atau tidak bisa langsung berlaku secara instan.

Apersi sendiri menargetkan untuk membangun 120.000 rumah untuk MBR pada tahun ini, dengan prioritas daerah yang akan dibangun adalah di daerah Jawa Barat, Banten, Jawa Timur dan Sulawesi. Namun begitu, Jawa Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Barat dan Sumatera Selatan tetap mendapatkan porsi yang cukup besar dalam pembangunan rumah MBR tersebut. (Hariri)

Share This:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *